Selasa, 03 November 2009

PROFIL PERUSAHAAN

PT. Ades Waters Indonesia Tbk ("Perusahaan"), didirikan dengan nama PT Alfindo Putrasetia di tahun 1985. Nama Perseroan telah diubah beberapa kali; terakhir di tahun 2004, ketika nama Perseroan diubah menjadi PT. Ades Waters Indonesia Tbk.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, Ruang Lingkup Kegiatan Perusahaan adalah pengelohan dan distribusi air minum dalam kemasan .
 Untuk menghindari kesamaan nama dengan produk perusahaan, PT Ades Waters Indonesia (ADES) berubah nama menjadi PT Akasha Wira International Tbk. Selain itu, untuk tahun ini perseroan menargetkan penjualan sama dengan penjualan industri air mineral.Demikian disampaikan Direktur Utama ADES Agoes Soewandi Wangsapoetra dalam paparan publik yang digelar perseroan beberapa waktu yang lalu. "Penggantian nama telah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) yang digelar tadi," ujarnya.
Pergantian nama dilakukan untuk menghindari keidentikan dengan produk yang dihasilkannya mereka mempunyai multiproduk, bukan hanya air mineral Ades.Pada tahun ini ADES menargetkan pertumbuhan penjualan produk setidaknya sama dengan pertumbuhan penjualan industri air minum dalam kemasan di Indonesia yaitu 8%. "Kami berusaha tumbuh tidak lebih rendah dari perkiraan pertumbuhan industri tahun ini yang delapan persen," katanya.
"Kalau laba bersih kita harap bisa positif atau break even," ujarnya. Sebelumnya, sepanjang 2008 ADES mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 15,2 miliar, sementara pada tahun 2007 rugi bersih tercatat Rp 154,85 miliar. Sedangkan penjualan yang dicatatkan perseroan pada tahun 2008 sebesar Rp 129,54 miliar.
Selain itu, perseroan belum berniat untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) meski sahamnya kurang likuid di pasar. Manajemen juga tidak tahu tentang rencana penambahan saham beredar di pasar (re-float) dari pemegang saham. "Re-float merupakan kewajiban Sofos (pemegang saham Ades) dan kami tidak bisa menjawab mewakili pemegang saham," pungkasnya.
Pada penutupan perdagangan Jumat (5/6), ADES ditutup naik 80 poin (10%) ke 850.(sumber INILAH.COM )
Unit produksinya
Dari data yang telah kami dapat PT.ades telah diakuisisi oleh coca-cola dan memiliki beberapa produk minuman,antara lain:
Coca-cola
Diet coke
Sprite
Fanta
Schweppes
Frestea
A & W








Analisis rerata dan standar deviasi

open high low close volume adl close
rerata 4,704,795 4,946,667 4,601,615 4,749,513 603206.4 4,749,513
standar deviasi 1,927,063 2,039,344 1,886,997 2,001,596 2624107 2,001,596
beta 0.89 1.02
dari blomberg dari reuters

Sumber
dari www.blomberg
Dari www. reuters


2.b.) Factor-faktor yang mempengaruhi pergerakan return saham dan return pasar
BI Rates
Inflasi
Perekonomian
Politik
Aksi korporasi ( ekspansi, right issue, stock split, reverse stock split, utang)
Factor regional ( wall street, Nikkei, strait times, hang seng)
Penggorengan
Window dreesing
IHK
Kurs rupiah
Capital inflow & outflow
Isu


4.kesimpulan
Pada return saham ades bisa kita lihat bahwa pergerakan sahamnya mengalami
a.sebagai spekulan yang dibutuhkan adalah kesabaran,ketenangan,mental yang kuat ,dan tidak serakah.maksud dari kesabaran adalah spekulan harus bersabar dalam menunggu momentum baik beli maupun jual.karena tidak mungkin suatu saat naik terus,maupun turun terus maka seorang spekulan membutuhkan kesabaran dan mental yang kuat.
Agar dapat membeli saham saat harga rendah dan dijual pada target tertentu(tidak menunda-nunda penjualan saham dengan harapan lebih tinggi).

b.dengan suku bunga Indonesia yang semakin menurun menyebabkan banyak penyandang dana yang mengalihkan ke pasar modal sehingga dapat meningkatkan harga saham .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar